Pengobatan Jantung Koroner

Bisikan Yudhoyono pada Bu Menkes

VIVAnews - Pasien mampu asal Indonesia masih berpendapat berobat di luar negeri merupakan pilihan terbaik, tak terkecuali dalam pengobatan penyakit jantung koroner. Namun, program balonisasi (ballooning) dan pemasangan stent (stenting) di Indonesia masih mahal.

"Progam ini lebih mahal di Indonesia dibanding negara lain, itu kenapa pasien banyak ke luar negeri," kata Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, dalam pengarahannya dalam acara 'Revitalisasi Program Bantuan Alat Kesehatan Balloon and Stent' di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Senin 23 Maret 2009.

Dengan adanya bantuan balloon and stent dari pemerintah, prosedur penanganan penyakit jantung dengan cara melebarkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah, diharapkan akan lebih terjangkau. Untuk rakyat miskin, bahkan gratis.  "Presiden membisikan pada saya agar memberikan pelayanan kesehatan lebih murah," kata Siti Fadilah.

Menteri kesehatan memperingatkan rumah sakit untuk mengikuti penggunaan balloon dan stent sesuai petunjuk departemen kesehatan. "Jadi saya tidak bisa ditipu, saya juga dokter jantung, saya tahu something happen dibalik stent ini," kata Siti Fadilah.

Alat-alat stent, kata Siti Fadilah, berasal dari departemen kesehatan yang asalnya dari uang rakyat. "Jadi tolong jangan memilih stent ini atau itu, harus sesuai dengan si pasien," kata dia.

Sri Mulyani Proyeksi Ekonomi Global Tahun Ini Stagnan pada Level yang Rendah
Drama Queen of Tears

Penonton Indonesia Bakal Adakan Nobar Episode Terakhir Queen of Tears, Catat Jadwalnya!

Drama Korea terbaru, Queen of Tears akan menyuguhkan 2 episode terakhirnya pekan ini. Tayangan dramatis yang diprediksi akan mencapai rating tertinggi ini memicu antusias

img_title
VIVA.co.id
26 April 2024