NASIONAL

Kronologi Tewasnya Anggota Kopassus di Hugo's Cafe

Kasus ini terkait erat dengan penyerbuan Lapas Cebongan, Sleman.
Senin, 22 Juli 2013
Oleh : Ita Lismawati F. MalauDaru Waskita (Yogyakarta)
Hendrik Benyamin Sahetapy Engel alias Dicky Ambon (alm)
VIVAnews - Kematian anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Heru Santosa di Hugo's Cafe, 19 Maret lalu tidak bisa dipisahkan dengan penyerbuan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta, 23 Maret 2013. Empat tahanan yang tewas dalam penyerbuan lapas itu adalah tersangka pengeroyokan Heru Santosa, Dicky cs.

Dalam sidang terdakwa penyerbuan Lapas Cebongan, Senin 22 Juli 2013, petugas keamanan Hugo's Cafe Joko Kurniawan hadir menjabarkan kronologi pengeroyokan Heru pada 19 Maret 2013. Dia bersaksi untuk tiga terdakwa penyerbuan lapas, yakni Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan  Koptu Kodik.

Menurut Joko, pengeroyok Heru malam itu, bukan hanya Dicky dan tiga kawannya yang kemudian jadi tersangka dan ditahan di Cebongan. "Ada lebih dari delapan orang yang ikut mengeroyok Heru Santosa," kata Joko saat bersaksi di Pengadilan Militer r II-12 Yogyakarta.

Pengeroyokan ini bermula saat Dicky cs datang ke kafe bersama tujuh kawannya sekitar pukul 02.30 WIB rombongan Dicky bersama dengan kelompoknya datang ke Hugo’s Cafe. Yang pertama kali masuk kafe adalah Dedi dan Juan. Setelah 10 menit, Dedi kemudian keluar dan kembali bersama Dicky dan beberapa kawannya.

“Kemudian terjadi keributan di sisi barat kafe. Kemudian saya datang ternyata yang ribut adalah korban Serka Heru Santosa dengan Dedi,” jelasnya. Malam itu, Heru datang bersama dua kawannya.

Menurut Joko, keributan ini bermula saat Dedi menanyakan asal Heru Santosa yang kemudian dijawab, "Saya dari Kopassus," oleh Heru.

Lalu, Dedi malah menghardik Heru. "Terus, ngapain kalau kamu dari Kopassus. Kalau mau perang, perang sekalian,” kata Joko menirukan Dedi.

Joko sempat memegang Dedi agar keributan tidak berlanjut. Namun, ada orang lain yang memukul Heru pertama kali. Dari arah kanan, muncul seseorang yang menyerahkan botol minuman kosong kepada Dedi. Dedi pun memukul kepala Heru dengan botol itu.

“Usai kejadian itu saya dan teman petugas keamanan menarik Dedi. Namun tiba-tiba datang Dicky yang juga membawa botol minuman dan kembali memukulkan botol tersebut ke kepala korban,” papar Joko.

Tak hanya itu, kawanan Dicky memukul, menendang, bahkan melempar Heru dengan botol minuman dan gelas. Joko mengaku mencoba melerai, tapi kewalahan. "Bahkan Dedi langsung menusukkan pisau ke tubuh korban. Di dada sebelah kiri."

Rupanya, di luar kafe pun ada keributan lain sehingga petugas keamanan Hugo's Cafe terpecah dua. Saat Heru Santosa  tidak sadar, petugas berusaha mengevakuasi keluar kafe. Namun, Dicky dan kawan-kawannya masih mengejar dan menganiaya.

Joko dan temannya lalu memasukkan Heru ke dalam taksi dan hendak membawa Heru ke rumah sakit. Tersangka Dedi sempat muncul di hadapan mereka. “Sambil menunjukkan tangan yang berlumur darah, dia bilang 'saya bangga telah membunuh orang',” kata Joko.

Kerap bikin onar

Joko menambahkan, malam itu petugas keamanan tidak menggeledah bawaan Dicky cs karena kelompok ini tidak mau digeledah. “Jika kami memaksa, Dicky Cs ini marah dan membuat onar,” tukas Joko.

Dia juga menyebut kelompok ini sudah lebih dari 4 kali membuat onar di Hugo's Cafe. "Yang saya tahu, motivasi Dicky Cs membuat onar untuk menggusur petugas keamanan yang ada. Mereka kemudian yang menguasai keamanan kafe,” jelasnya.

Dalam penyerbuan 12 oknum Kopassus ke lapas Cebongan, 23 Maret itu, semua tersangka pengeroyok Heru Santosa tewas diberondong peluru. (adi)
TERKAIT