NASIONAL

Harta Tembus Rp12 Miliar, Ini Dia Calon Kapolri Terkaya

Saat ini KPK sedang melakukan verifikasi harta semua calon.

ddd
Senin, 29 Juli 2013, 12:42 Aries Setiawan, Nur Eka Sukmawati
Kapolda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution
Kapolda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution (Antara/ M Agung Rajasa)

VIVAnews - Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution tercatat memiliki total harta kekayaan mencapai Rp12.661.901.503 dan US$100 ribu.

Saud terakhir menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi pada 10 Januari 2013 saat menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim).

Tanah dan bangunan yang ia miliki bernilai Rp9.061.220.000. Mantan Kadiv Humas Polri itu memiliki tanah dan bangunan di beberapa tempat yakni di kota Medan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Tangerang, kota Padang Sidimpuan, dan kabupaten Mandailing Natal.

Mantan Sahli Sosbud Kapolri itu memiliki mobil Honda CR-V tahun 2012 senilai Rp420 juta dan sebuah motor Honda Karisma tahun 2003 seharga Rp1 juta.

Kadensus 88 AT tahun 2009 itu juga memiliki logam mulia perolehan tahun 1984 sampai dengan tahun 2012 senilai Rp1.350.000.000, batu mulia senilai Rp 300 juta, barang-barang seni dan antik Rp1 juta, dan benda bergerak lainnya senilai Rp49.700.000. Sementara giro dan setara kas lainnya berjumlah Rp1.478.981.503, dan US$100 ribu.

Usai melaporkan LHKPN, Saud memilih bungkam dan tidak berkomentar apapun ke media, termasuk mengenai peluangnya menggantikan Kapolri Timur Pradopo. "Oke ya baik-baik," kata Saud sambil masuk ke dalam mobil.

Selain Saud Usman dan Kepala Divisi Teknologi Informasi Polri, Inspektur Jenderal Polisi Tubagus Anis Angkawijaya, Wakil Kepala Bareskrim, Inspektur Jenderal Polisi Anas Yusuf hari ini juga melaporkan LHKPN ke KPK. Nama Anas Yusuf tercatat belum pernah melaporkan LHKPN ke KPK.

Meski demikian, Anas mengaku harta kekayaannya mengalami peningkatan. Ia juga enggan membeberkan alasan mengapa belum pernah melaporkan LHKPN ke KPK.

"Iya (ada peningkatan). Nanti rekan-rekan wawancara dengan KPK ya," kata Anas usai melaporkan LHKPN.

Harta calon lainnya

Dalam laporan LHKPN di KPK, Kepala Divisi Teknologi Informasi Polri, Inspektur Jenderal Polisi Tubagus Anis Angkawijaya terakhir melaporkan harta miliknya pada 20 Mei 2012 ketika menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara.

Total kekayaan yang ia miliki saat itu berjumlah Rp1.847.868.796. Jumlah ini meningkat dari tahun 2005 senilai Rp799.280.100.

Pada tahun 2012, tanah dan bangunan yang Tubagus miliki berjumlah Rp762.284.000. Harta tidak bergerak itu terletak di Bandung dan Jakarta Timur. Ia juga memiliki satu kendaraan mobil Toyota Fortuner tahun 2010 senilai Rp300 juta.

Tubagus juga memiliki logam mulia senilai Rp25 juta, dan harta bergerak lainnya sebilai Rp7 juta. Ia juga memiliki giro dan setara kas lainnya berjumlah Rp753.584.796. Di tahun 2012 Tubagus tercatat tidak memiliki piutang.

Sementara, Kepala Badan Reserse Kriminal Komisaris Jenderal Polisi Sutarman terakhir melaporkan kekayaannya pada 1 Maret 2012. Saat itu, ia sudah menjabat sebagai Kabareskrim Polri.

Total harta kekayaan yang dimiliki Sutarman berjumlah Rp5.346.714.200, dan US$24.194. Jumlah itu meningkat dari total kekayaan pada tahun 2011 yang berjumlah Rp5.315.361.255, dan US$24.175.

Di tahun 2012, harta kekayaan Sutarman meliputi tanah dan bangunan di Tangerang Selatan senilai Rp3.564.370.000, mobil Toyota Alphard tahun 2004 senilai Rp325 juta, serta logam mulia, batu mulia, barang-barang seni dan antik, dan benda bergerak lainnya senilai Rp117 juta. Tak hanya itu, Sutarman juga memiliki surat berharga senilai Rp231.250.000, dan giro senilai Rp1.109.094.200, dan US$24.194.

Calon Kapolri lainnya, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Putut Eko Bayu Seno, terakhir melaporkan LHKPN pada 31 Agustus 2002 saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur. Saat itu, jumlah kekayaannya hanya Rp482.466.620.

Ketika ditanya mengapa terakhir melaporkan kekayaan pada tahun 2002, Putut beralasan sibuk. "Saya sibuk waktu itu. Saya jadi ajudan presiden," ucapnya.

Namun dia mengaku, saat ini hartanya sudah mencapai miliaran rupiah. "Ada penambahan, banyak dong. Ada tanah, ada mobil segala macam. Sudah nanti diklarifikasi semua oleh KPK, belum dikasih tahu saya (jumlahnya)," katanya.

Calon lainnya yakni, Kepala Kepolisian Daerah Bali Inspektur Jenderal Arif Wachjunadi berdasarkan data LHKPN di KPK, terakhir kali melaporkan hartanya pada 3 September 2012. Ketika itu masih menjabat Kapolda NTB. Total kekayaannya Rp4.524.601.851. Jumlahnya turun dibanding tahun 2010 senilai Rp4.890.392.859.

Kandidat lainnya yang juga sudah melaporkan kekayaan mereka untuk diverifikasi KPK adalah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Anang Iskandar. Berdasarkan catatan LHKPN di KPK, Anang Iskandar terakhir melaporkan kekayaannya pada 15 November 2009. Saat itu jumlah kekayaan Anang sebesar Rp2,405 miliar. (umi)






 



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com