NASIONAL

Sejak Lama Indonesia Telah Menguasai Iptek Nuklir

Penguasaan itu sejak tahun 1956.
Jum'at, 16 Agustus 2013
Oleh : Rizal Maulana
Foto nuklir dan kesehatan.
VIVAnews - Kemajuan teknologi di berbagai aspek kehidupan manusia kian pesat. Hampir setiap hari ada saja inovasi teknologi. Bidang teknologi informasi misalnya, makin mendekatkan jarak antar pulau antar negara bahkan antar benua. Laga sepakbola papan atas di luar negeri dapat disaksikan melalui televisi pada waktu yang bersamaan di seluruh dunia. 

Teknologi juga sampai ke dapur rumah tangga, mulai dari kompor gas, alat pembuat jus, sampai teknologi yang lebih berat dan canggih lagi, pesawat ulang alik ke ruang angkasa, robot yang dapat melakukan apa saja, dan masih banyak lagi.

Teknologi diciptakan untuk mem­per­mudah menyelesaikan masalah manusia, lahir dari pemikiran manusia juga. Teknologi merupakan penanda berkembangnya peradaban manusia. Kini dan sampai masa yang akan datang, inovasi teknologi di berbagai bidang akan terus berkembang.

Kemajuan teknologi di manapun akan turut dirasakan oleh manusia dari bagian dunia lainnya termasuk Indonesia, teknologi nuklir contohnya. Ketika nuklir ditemukan awal abad ke-20 di Eropa, tak lama kemudian Indonesia pun sudah mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Tahun 1956 Indo­ne­sia sudah mulai mengelola nuklir.

Kini teknologi nuklir kian berkembang pesat, bukan hanya untuk kepentingan energi semata, lebih dari itu nuklir memberi kontribusi yang besar bagi kemajuan teknologi bidang lainnya. Saat ini, lebih dari 30 negara telah memanfaatkan teknologi nuklir untuk pembangkitan listrik (PLTN). Di negara –negara yang sudah akrab dengan nuklir, teknologi bersumber uranium itu sudah dimanfaatkan di bidang lainnya, seperti kesehatan,pangan, industri, dan lingkungan.

Indonesia sendiri, sampai saat ini pemanfaatan teknologi nuklir belum diaplikasikan untuk energi listrik. Namun bidang lainnya sudah tersentuh oleh nuklir.  Bidang medis misalkan, rontgen atau sinar-X sesungguhnya menggunakan teknologi nuklir. Demikian juga radiasi dan zat radioaktif digunakan untuk tujuan terapi penyakit, dan perawatan efektif bagi penderita kanker. 

Lembaga yang ditugasi mengembangkan teknologi ini, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), terus berinovasi melakukan pengembangan iptek nuklir untuk kesejahteraan masyarakat. Di bidang pangan, litbangyasa BATAN dilakukan untuk perbaikan varietas tanaman pangan. Salah satunya adalah mengetahui komposisi zat yang dibutuhkan suatu tanaman. Bahkan dengan teknik mutasi, radiasi dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanaman, sehingga mampu berdaya hasil tinggi, berumur genjah dan tahan terhadap hama penyakit, serta adaptif pada kondisi agroklimat Indonesia.

Dari hasil kegiatan litbang tersebut telah diperoleh 20 varietas unggul padi, 8 varietas unggul kedelai, 2 varietas unggul kacang hijau, 1 varietas unggul sorgum dan kapas. Selain itu masih meneliti tanaman gandum untuk daerah tropis.

Aplikasi lainnya yaitu pembuatan inokulan mikroba pengurai limbah organik dan perunut untuk remediasi lahan marginal. Manfaatnya adalah meningkatkan kesehatan tanah dan tanaman, mampu mereduksi beberapa logam berat, dan meningkatkan efisiensi unsur hara tanaman. 

Teknologi nuklir dapat digunakan untuk pemandulan vektor malaria. Teknik yang lazim disebut Teknik Serangga Mandul (TSM) dinilai layak menjadi suatu metode pemberantasan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah terbukti banyak wilayah yang nyamuknya makin resisten terhadap metode "fogging" (pengasapan).

Cara pemandulan nyamuk/vektor adalah dengan cara radiasi ionisasi yang dikenakan pada salah satu stadium perkembangannya. Radiasi pemandulan ini dapat menggunakan sinar gamma, sinar-X atau neutron.

Teknik irradiasi pada makanan mampu mengawetkan bahan makanan seperti rendang daging dan pepes ikan sampai berbulan-bulan. Radiasi dengan dosis aman tertentu digunakan untuk meng­hancurkan mikroorganisma; bakteri, virus atau serangga yang diperkirakan berada dalam makanan. Jenis radiasi yang digunakan adalah sinar gamma, sinar X, dan elektron yang dikeluarkan oleh pemercepat elektron.

Teknik ini juga dapat digunakan untuk menunda pertunasan pada komoditi ekspor non migas, seperti kekacangan, rempah-rempah, dan buah-buahan. Sehingga ketika sampai di negara tujuan bahan makanan masih tetap segar dan layak dikonsumsi. 

Bila diperhatikan jumlah energi yang efektif untuk radiasi cukup rendah dibandingkan dengan memasak bahan makanan yang sama hingga matang. Bahkan energi yang digunakan untuk mengirradiasi 10 kg bahan makanan hanya mampu memanaskan air hingga mengalami kenaikan temperatur sebesar 2,5 derajat Celsius. 

Di sektor industri, teknologi nuklir dapat dimanfaatkan di bidang pertambangan untuk eksplorasi minyak dan gas. Nuklir berperan dalam menentukan sifat dari bebatuan sekitar porositas dan litografi. Teknologi ini melibatkan penggunaan neutron atau sumber energi sinar gamma dan detektor radiasi yang ditanam dalam bebatuan yang akan diperiksa. 

Demikian juga untuk konstruksi jalan, teknologi nuklir digunakan un­tuk mengukur kelembaban, kepadatan tanah, aspal, dan beton. Di samping itu nuklir dapat digunakan  menentukan kerapatan atau kepadatan suatu produk industri. Misalnya menentukan kepadatan tembakau pada rokok, digunakan Sr 90. Kegunaan lainnya untuk menentukan ketebalan kertas. Selain itu juga dapat mengetahui keropos las-lasan bagian dalam pada logam. 

Tersedianya sumber energi listrik adalah sektor yang sangat krusial. Energi yang berasal dari fosil seperti BBM dan gas, ketersediannya semakin menipis dan termasuk energi yang tidak terbarukan. Namun sayangnya, sampai saat ini Indonesia belum berhasil memba­ngun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

PLTN mampu menyediakan energi listrik berdaya besar, sehingga dapat mengurangi beban kebutuhan listrik yang selalu meningkat. Padahal perkemba­ngan energi nuklir di dunia sudah  menguasai pangsa sekitar 16 persen listrik dunia. Hal ini menunjukkan bahwa nuklir adalah sumber energi potensial, berteknologi tinggi, berkeselamatan handal, ekonomis, dan berwawasan lingkungan, serta merupakan sumber energi alternatif yang layak untuk dipertimbangkan dalam Perencanaan Energi Jangka Panjang bagi Indonesia guna mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Selain bidang yang dipaparkan di atas, Peneliti BATAN akan terus mengembangkan inovasi teknologi untuk bidang lain yang bermanfaat bagi kehidupan. BATAN bertekad teknologi nuklir akan banyak dimanfaatkan untuk memberi andil demi kemajuan Indonesia. Dengan menguasai teknologi, maka akan mengangkat marwah Indonesia dan sejajar dengan bangsa lain. Sehingga dengan teknologi nuklir, semua menjadi mudah, dan tentu saja aman!. (WEBTORIAL)
TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found