NASIONAL

Rupiah Melemah, Habibie Minta Produksi Dalam Negeri Ditingkatkan

Ia meminta pemerintah dapat memanfaatkan kondisi ini dengan bijaksana.
Jum'at, 30 Agustus 2013
Oleh : Dwifantya Aquina , Herdi Muhardi
Mantan Presiden Ketiga RI BJ Habibie angkat bicara soal solusi dari anjloknya nilai tukar rupiah.
VIVAnews - Mantan Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie angkat bicara soal pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi sejak pekan lalu. Untuk mengatasi masalah ini, ia meminta agar pemerintah mengambil keputusan yang cermat untuk kembali mendongkrak nilai tukar rupiah.

Salah satu yang disarankan oleh Habibie yakni agar masyarakat Indonesia meningkatkan orientasi mengkonsumsi produksi dalam negeri. Ia pun mengimbau kepada para pengusaha yang hingga saat ini masih menggunakan bahan baku impor, agar belajar bekerja sama dengan pengusaha yang menggunakan produk dalam negeri. 

"Sampaikan, yakinkan pengusaha yang selalu berekspor ke Indonesia untuk investasi di sini. Karena yang kita butuhkan adalah lapangan kerja. Jadi perusahaan yang dimiliki siapapun saya tidak peduli, selama itu legal dan dia bayar pajak, biar itu produksi naik dan dia berikan lapangan kerja yang cukup," kata Habibie saat ditemui di Hari Ulang Tahun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke-19 yang digelar  di Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis malam, 29 Agustus 2013.

Menurut Habibie, pelemahan mata uang sebenarnya ada sisi positif dan negatifnya. Jika dilihat dari sisi positif, permintaan impor akan berkurang dan harga produksi dalam negeri untuk ekspor bisa meningkat.

Untuk itu, ia meminta para pengusaha memanfaatkan produksi dalam negeri sebaik-baiknya, ketimbang menggunakan produk impor. Sebab, jika sebuah perusahaan menggunakan bahan baku dari dalam negeri, selain memiliki nilai tambah juga meningkatkan produksi dalam negeri.

"Kalau perusahaan-perusahaan yang bahan bakunya tidak diproduksi di sini, diimpor, mati kutu dia, karena mahal kan. Nah, pasar itu bereaksi atas harga."

Habibie pun berpesan agar situasi dan kondisi saat ini tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Ia yakin, pemerintah dapat membuat kebijakan yang tepat. 

"Kita belajar dari sini, kita juga harus hilangkan subsidi, misalnya subsidi bahan bakar minyak, itu menguntungkan orang yang sebenarnya tidak butuh subsidi, ya rakyat yang sebagian besar sudah punya mobil, dan sepeda motor. Yang harus mendapat bantuan itu yang tidak punya kendaraan," tuturnya. (sj)

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found