NASIONAL

Ditanya Bunda Putri, Sekretaris RW Usir Wartawan

"Mau korupsi, pemerkosaan, perampokan, saya tak mau beri informasi."
Rabu, 4 September 2013
Oleh : Anggi Kusumadewi, Syahrul Ansyari
Ridwan Hakim (baju hitam) disadap KPK ketika berbincang dengan Bunda Putri.

VIVAnews – Sekretaris RW di Pondok Indah Jakarta Selatan, mengusir wartawan yang mendatangi rumahnya untuk bertanya tentang Bunda Putri, salah satu warga di sana. Eggy Prayogi, sang Sekretaris RW, mengatakan tak akan memberi keterangan apapun.

“Itu privasi. Mau korupsi, pemerkosaan, perampokan, atau apapun, saya tidak mau memberi informasi. Ini kode etik,” kata Eggy. Sebagai pihak berwenang di lingkungan itu, ia merasa wajib melindungi warganya dari pers – sekalipun warganya itu berbuat kejahatan.

Eggy yang mengaku anak pensiunan Jenderal TNI itu kemudian meminta wartawan untuk segera pergi meninggalkan rumahnya. Dengan muka emosi dan mata melotot, Eggy memerintahkan para penjaga rumahnya untuk mengusir wartawan. “Setelah ini, saya tidak terima tamu lagi,” teriaknya.

Sebelumnya, VIVAnews berusaha menemui Ketua RT setempat, Susantin, untuk dimintai konfirmasi soal Bunda Putri. Namun Susantin sedang pergi ke Afrika dan baru pulang ke tanah air Jumat, 6 September 2013 sore. Petugas keamanan kompleks lantas memberikan rekomendasi untuk mendatangi rumah Eggy, Sekretaris RW yang memegang daftar warga.

Sumber VIVAnews di Kementerian Pertanian mengatakan, Bunda Putri adalah istri salah seorang pejabat eselon satu di kementeriannya. “Bunda Putri ini istri yang ketiga. Istri pertama sudah lama dicerai, dan istri kedua artis – masih muda tapi sudah diceraikan,” kata dia, Selasa 3 September 2013. Menurutnya, Bunda Putri datang ke Kementan jika ada acara PKK.

Nama Bunda Putri mengemuka ketika Jaksa Penuntut Umum KPK memutar rekaman penyadapan atas terdakwa kasus suap sapi impor mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan putra Ketua Majelis Syuro PKS Ridwan Hakim, di persidangan Ahmad Fathanah. Dalam rekaman sadapan itu, terdengar pula suara wanita yang dipanggil Luthfi dan Ridwan dengan sebutan “Bunda Putri.”

Bunda Putri terkesan punya pengaruh besar di lingkaran kekuasaan. Luthfi Hasan menyebut Bunda Putri bertugas “Mengkondisikan para pengambil keputusan agar keputusannya sesuai dengan apa yang dia mau.” Luthfi juga mengatakan pekerjaan Bunda Putri lebih berat ketimbang pekerjaan menteri. Sosok Bunda Putri makin misterius karena Ridwan tak mau membuka identitasnya kepada hakim. (eh)

Baca juga:

Penjaga Rumah: Bunda Putri Seorang Pebisnis

Kisah Kolega Bisnis tentang Kedekatan Sengman-SBY

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found