NASIONAL

KPK: Saksi dalam Kasus SKK Migas Bisa Jadi Tersangka

"Keterangan dari orang yang dicegah lebih penting dari saksi lainnya."

ddd
Kamis, 5 September 2013, 20:20 Ita Lismawati F. Malau, Nur Eka Sukmawati
Juru bicara KPK Johan Budi SP
Juru bicara KPK Johan Budi SP (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
VIVAnews - Mantan Kepala Divisi Komersil Minyak SKK Migas, Agus Sapto Rahardjo, sudah diperiksa para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, malam ini, Kamis 5 September 2013.  Dia diperiksa selama sembilan jam, dalam kasus suap yang melibatkan mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Kepada wartawan sesudah pemeriksaan itu, Agus menyatakan bahwa dia ditanya oleh penyidik terkait tugas pokoknya selama menjabat sebagai kepala divisi di SKK Migas. "Dan seputar aturan-aturan perusahaan," ujar Agus.

Selain itu soal tugas pokok dan peraturan perusahaan itu, para penyidik juga bertanya dan mengkonfirmasi sejumlah soal dokumen penting dalam kasus ini. "Saya diminta untuk menjelaskan dokumen-dokumen yang kemarin kami kirim ke KPK," katanya.

Ketika ditanya apakah suap di SKK Migas juga dinikmati oleh pejabat lainnya, Agus memilih bungkam dan tersenyum sambil meninggalkan gedung KPK.

Kasus suap SKK Migas terungkap setelah KPK menangkap Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, Selasa 13 Agustus 2013. Dia diduga menerima suap dari Manager PT Kernel Oil Simon Gunawan Tanjaya melalui seorang kurir bernama Deviardi alias Ardi. Ardi juga merupakan pelatih golf Rudi. Rudi, Simon, dan Ardi kini berstatus tersangka dan ditahan di Rutan KPK.

Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan semua saksi yang dihadirkan dalam kasus SKK Migas tidak tertutup kemungkinan menjadi tersangka. "Sepanjang ditemukan dua alat bukti yang cukup untuk menyimpulkan keterlibatan dalam kasus ini," terang Johan.

Terkait pemanggilan Agus Sapto dan bos PT Zerotech Nusantara, Febri Prasetyadi Soeparta, Johan mengatakan para penyidik memerlukan konfirmasi keduanya untuk pengembangan penyidikan. Febri dan Agus telah dicegah KPK ke luar negeri demi kepentingan penyidikan.

"Keterangan dari orang yang dicegah lebih penting daripada saksi yang lain. Diharapkan bisa membantu proses penyidikan," kata Johan.


© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com