NASIONAL

Baru 6 Bulan Duduki Kursi Ketua MK, Akil Keburu Ditangkap KPK

Akil Mochtar memulai karir di MK pada 2008. Jadi ketua pada 2013.

ddd
Kamis, 3 Oktober 2013, 06:24 Ita Lismawati F. Malau
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap KPK
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar ditangkap KPK (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi)

VIVAnews - Dengan latar belakang pengacara dan politisi, karir Akil Mochtar di Mahkamah Konstitusi cukup cemerlang. Setelah menjadi hakim tahun 2008, dia kemudian terpilih menjadi Ketua MK pada 2013.

Pemilihan Akil menjadi Ketua MK, 3 April lalu cukup alot. Akil terpilih melalui mekanisme voting hingga tiga kali putaran. Hakim konstitusi menggelar voting setelah tidak ada kesepakatan bulat atau aklamasi dalam musyawarah mufakat secara tertutup di antara mereka.

Di putaran awal, Akil mendapat 4 suara, kemudian disusul Hamdan Zoelva (2 suara), Harjono (2 suara), dan Arif Hidayat (1 suara). Karena ada dua suara yang sama di posisi kedua, kala itu hakim konstitusi kembali voting untuk menentukan siapa yang berhak maju ke putaran kedua.

Di putaran kedua ini, Harjono menang karena mengumpulkan 4 suara, sementara Hamdan hanya dapat 3 suara.

Akil dan Harjono inilah yang kemudian maju ke putaran ketiga. Hasil voting akhir, Akil mendapat 7 suara dan Harjono 2 suara. Wakil Ketua MK Achmad Sodikin yang saat itu memimpin voting kemudian mengumumkan Akil sebagai Ketua MK yang baru menggantikan Mahfud MD yang berakhir masa jabatannya sebagai hakim konstitusi pada 1 April 2013.

Akil yang lahir di Putussibau, Kalimantan Barat pada 18 Oktober 1960 merupakan lulusan sarjana hukum Universitas Panca Bhakti Pontianak. Dia lalu melanjutkan studi magister dan S3-nya di Universitas Padjajaran Bandung

Sebelum menjabat sebagai Hakim Konstitusi, dia adalah anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Berikut karir Akil sebelum menjadi hakim konstitusi seperti dikutip dari laman MK:

1. Advokat/pengacara (1984-1999)
2. Anggota DPR/MPR RI Periode 1999-2004
3. Anggota DPR/MPR RI Periode 2004-2009
4. Wakil Ketua Komisi III DPR/MPR RI (bidang Hukum, perundang-undangan, HAM dan Keamanan) Periode 2004-2006
5. Anggota Panitia Ad Hoc I MPR RI
6. Anggota Panitia Ad Hoc II MPR RI
7. Kuasa Hukum DPR RI untuk persidangan di MK
8. Anggota Tim Kerja Sosialisasi Putusan MPR RI

Akil ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu malam 2 Oktober 2013 setelah diduga menerima uang dalam bentuk dolar Singapura senilai Rp3 miliar.

Dia ditangkap bersama dua orang lainnya di sebuah rumah Kompleks Widya Chandra, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tiga orang yang ditangkap yakni AM (Ketua MK), CHN (Anggota DPR), dan CN baru saja serah terima uang tersebut. Penyidik juga menangkap dua orang lainya di sebuah hotel kawasan Jakarta Pusat, yakni HB seorang kepala daerah dan DH.

Menurut Johan, kelimanya masih berstatus terperiksa. "Diduga terkait sengketa Pilkada di sebuah Kalimantan Tengah (Kalteng). "Di Gunung Mas," katanya. (umi)



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
scan
03/10/2013
GOLKAR lagi, lagi-lagi Golkar
Balas   • Laporkan
tonibrakot
03/10/2013
Di Indonesia ini Cuma masalah hokum yg berkembang. Yg dibutuhkan oleh banyak organisasi bukan program sekali jalan, tetapi sebuah proses yg dibangun sbg system menyeluruh yg menembus setiap lapisan.
Balas   • Laporkan


KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com