NASIONAL

Pelanggaran Hak Cipta

Indonesia Masuk Daftar Hitam AS

Di Indonesia 192 kasus pelanggaran hak intelektual terjadi dalam Juli-Desember 2008.

ddd
Jum'at, 1 Mei 2009, 07:38 Elin Yunita Kristanti
foto ilustrasi pembajakan
foto ilustrasi pembajakan  

VIVAnews - Amerika Serikat memasukan Kanada, Indonesia, dan Algeria masuk dalam daftar hitam kejahatan hak cipta.

Sedangkan dua negara, China dan Rusia, masih ada di urutan teratas daftar negara yang paling banyak terjadi pelanggaran atas hak cipta.

"Dalam situasi ekonomi serba tak pasti ini , kami mendorong para patner perdagangan, termasuk tetangga terdekat kami, untuk lebih meningkatkan dan melindungi hak cipta," kata Pejabat Perdagangan AS (USTR), Ron Kirk, seperti dikutip laman berita Australia, The Age, Kamis 30 April 2009.

Kanada untuk kali pertamanya masuk dalam daftar atas dasar kekhawatiran merebaknya pelanggaran hak cipta di sana. Sedangkan masuknya Indonesia dan Algeria dianggap merefleksikan makin mengkhawatirkannya penghargaan atas hak cipta di dua negara tersebut.

Sebanyak 192 kasus pelanggaran hak intelektual terjadi dalam periode Juli-Desember 2008. 112 Kasus ditangani polisi dan 80 kasus ditangani kejaksaan.

Dari 112 kasus pelanggaran intelektual yang ditangani polisi, 106 kasus berkaitan dengan pelanggaran hak cipta, tiga kasus di bidang merk, dan tiga kasus bidang hak desain industri.

Adapun kasus di bidang hak kekayaan intelektual yang dilakukan Kejaksaan Agung sebanyak 80 kasus. Terdiri dari 61 kasus pelanggaran hak cipta, satu kasus hak paten, dua kasus desain industri, dan 15 kasus merk.

Soal hak cipta di Indonesia diatur dalam UU No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com