NASIONAL

Wilayah Gosong Niger & Camar Bulan Milik RI

Dua wilayah Indonesia, Gosong Niger dan Camar Bulan masih tetap milik Indonesia.

ddd
Jum'at, 15 Mei 2009, 08:53 Amril Amarullah
 
  (www.jakarta.go.id)

VIVAnews - Dua wilayah Indonesia, Gosong Niger dan Camar Bulan yang terletak di Desa Temanjuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang berbatasan dengan Malaysia tetap milik pemerintah Indonesia.

Kawasan Gosong Niger secara administrasi berada di Kabupaten Sambas Propinsi Kalimantan Barat dengan lokasi  lebih kurang 4.1 Mn, di sebelah Utara Tanjung Datu. Wilayah Gosong Niger  tersebut secara fisik  tampak berupa gugusan karang-karang dengan panjang sekitar 5.8 Nm (10.44 km) dan lebar sekitar 0.5 (0,9 km) hingga 1 Nm  (1,8 km).

Pada waktu air laut pasang, karang tersebut akan tenggelam, sehingga  bukan merupakan suatu pulau seperti disebutkan  dalam berita Indo Pos.  Mengacu Pasal 121 (1) Unclos’82 dan Pasal 1 (2) UU. No.6 tahun 1996 tentang Perairan Indonesia dinyatakan, bahwa suatu Pulau adalah daerah daratan yang terbentuk secara alamiah dikelilingi  oleh air  dan  berada  di atas permukaan air pada waktu air pasang.

Merujuk pada Perjanjian Landas Kontinental antara RI-Malaysia tahun 1969 yang kemudian diratifikasi dengan  Keputusan Presiden RI No. 89 Tahun 1969 tanggal 15 Nopember 1969, telah  disepakati  penetapan 25 titik koordinat, yaitu : 10 Titik di Selat Malaka, 10 Titik di Laut Cina Selatan dekat Semenanjung Malaka dan 5 Titik di Utara Tanjung Datu, Pulau Kalimantan. 

Berdasar perjanjian Landas Kontinental tahun 1969, kawasan Gosong Niger  yang berada di sebelah Utara perairan Tanjung Datu, secara yuridis  terbagi dua kepemilikan yakni, sepanjang lebih kurang 5 Nm (9 km) masuk wilayah Indonesia dan lebih kurang 0,8 (1.4 km) milik Malaysia.  Hal tersebut berdasarkan analisis geografis, analisis yuridis dan hasil plotting  pada peta laut nomor: 420 sekala 1 : 200.000.  

Pemerintah RI pada bulan April 2006 telah memasang pelampung suar di Gosong Niger, sebagai tanda navigasi kedalaman sekaligus sebagai tanda kepemilikan RI, sehingga rasa kekhawatiran akan terancamnya batas negara di Gosong Niger sebagaimana yang diungkapkan oleh Asy’ari dan dimuat  Indo Pos tanggal 31 Maret 2009,  tidak perlu.

Camar Bulan yang terletak di desa Temanjuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan barat ditandai dengan pilar-pilar/tugu batas dengan notasi A1, A2, A3, A4 dan seterusnya ke arah selatan, yang merupakan rangkaian pilar perbatasan RI – Malaysia di Kalimantan  Barat  dan  Kalimantan Timur. 

Sampai dengan saat ini jumlah  kesemuanya ada 19.328 pilar dengan notasi A, B, C, D dan seterusnya sampai  ke Pulau Sebatik.
                                                                                          
Dengan memperhatikan peta Topografi Angkatan Darat tahun 2004 Nomor:3128-IV, Tanjung Datu, Camar Bulan dan Nomor: 3129 III, Temanjuk Besar, ditetapkan bahwa di sekitar Camar Bulan terdapat tugu batas A4.  Selain pilar/tugu perbatasan terserbut,  berdasarkan hasil perjanjian pemerintah RI - Malaysia juga  telah  didokumentasikan,  pos  perbatasan telah dibangun oleh pemerintah RI - Malaysia, serta patroli perbatasan bersama juga telah dilaksanakan.

Apabila terjadi pilar hilang atau rusak,  maka pada posisi  atau koordinat  tersebut akan  dibangun kembali secara bersama-sama, berdasarkan dokumen yang ada  pada kedua pihak.

Sistem koordinat yang disepakati oleh  kedua negara dalam perjanjian perbatasan tidak mungkin berubah tempat.  Yang mungkin terjadi hilangnya patok batas, karena  rusak atau bergesar  karena faktor alam atau mungkin karena manusia yang punya kepentingan.   

Namun, ini tidak berarti  merubah batas wilayah perbatasan.  Dalam waktu tertentu selalu ada pengecekan bersama oleh tim gabungan dari kedua negara, dan akan mengembalikan patok batas sesuai koordinat yang telah ditentukan.

Dengan memperhatikan beberapa penjelasan tersebut di atas, maka kekhawatiran  akan terancam hilangnya batas negara, atau bahkan wilayah yang  masuk ke negara Malaysia tidak perlu dikhawatirkan.

Padahal Pemerintah RI secara serius memperhatikan wilayah perbatasan baik dalam program pemberdayaan wilayah perbatasan maupun dalam program-program pendayagunannya.

Sumber: Humas Dephan



© VIVA.co.id
Share :  
Rating
KOMENTAR
KIRIM KOMENTAR

Anda harus login untuk mengirimkan komentar

 atau 
  
MOMENTUM
  • Info Momentum
Info Pemasangan Momentum:
Telepon: 021-5610-1555 / Sales
Email: salesteam@vivanews.com