NASIONAL

Provinsi Maluku Utara

Profil Prov Maluku Utara mencakup data penduduk, sumber daya alam, dan ekonomi makro
Rabu, 5 November 2008
Oleh : Asriani, Kholidah

Alamat: Bappeda Provinsi Maluku Utara Jl. Pahlawan Revolusi No 1 Ternate
Telepon: 0921 - 21044
Fax: 0921 – 326155
Email: webmaster
Website: www.malukuutaraprov.go.id

Provinsi Maluku Utara memiliki perbatasan dengan Laut Halmahera di sebelah timur, Laut Maluku di sebelah barat, Laut Pasifik di sebelah utara dan Laut Seram di sebelah selatan. Ibukota provinsi terletak di Kota Ternate.

Jumlah penduduk sebesar 960 ribu jiwa (Oktober 2008) dengan tingkat kepadatan penduduk 24 kilometer persegi (2008). Jumlah angkatan kerja pada bulan Agustus 2008 sebesar 422 ribu jiwa, penduduk yang bekerja sebanyak 394 ribu jiwa dan pengangguran sebanyak 27 ribu jiwa. Tingkat Pengangguran  Terbuka (TPT) sebesar 6,48 persen.

Jumlah penduduk miskin pada tahun 2007 sebanyak 110 ribu jiwa (11,97 persen) dimana 89,35 persen berada di pedesaan. Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2009 sebesar Rp 770.000. Jumlah penerima BLT (2005) menurut kategori sangat miskin sebanyak 27 ribu jiwa,  miskin  sebanyak 23 ribu jiwa, dan mendekati miskin sebanyak 17 ribu jiwa. Indeks Pembangunan Manusia provinsi ini di tahun 2006 adalah sebesar 67, 5, sementara angka indeks untuk Indonesia sebesar 70,1 pada tahun yang sama.

 
SUMBER DAYA ALAM

Pertanian, Perkebunan dan Perikanan
Luas lahan sawah di Provinsi Maluku Utara adalah 50 ribu ha yang terdiri dari lahan irigasi teknis dan lahan non irigasi teknis dan luas areal panen adalah 17 ribu ha dengan produksi padi sebesar 58 ribu ton/tahun. Produksi palawija yang dihasilkan sebesar 158 ribu ton/tahun dengan menggunakan lahan 22 ribu ha yang digunakan untuk tanaman jagung, ubi jalar dan ubi kayu. Luas lahan perkebunan adalah 546 ribu ha yang ditanami cengkeh, kelapa, pala, kakao, kopi, jambu mete, lada, vanili dan cassivera. Perkebunan kakao menghasilkan 17 ribu ton. Sektor perikanan tangkap memiliki produksi mencapai 524 ribu ton/tahun dengan potensi lestari sebanyak 478.382 ton. Perikanan secara umum sebesar 1,04 juta ton yang terdiri dari ikan pelagis besar, ikan pelagis kecil, ikan demersal, cumi-cumi, udang peneid, rumput laut, ikan kerapu, ikan nila, ikan mas, dan udang windu.

Kehutanan
Luas kawasan hutan adalah 2,86 juta ha yang terbagi atas hutan lindung, hutan produksi terbatas, hutan produksi, hutan konversi dan hutan PPA, dengan produksi kayu mencapai 101 ribu km2.

Pertambangan

Potensi pertambangan antara lain pertambangan nikel dengan cadangan 42,76 juta ton; emas dengan cadangan 192 juta ton; tembaga dengan cadangan 240 juta ton dan pasir besi dengan perkiraan cadangan 69 ribu ton. Pemanfaatan tambang emas dilakukan oleh PT Nusa Halmahera Mineral di Kao dan Malifut (Pulau Halmahera) serta biji nikel oleh PT Aneka Tambang di Pulau Gebe dan Pulau Pakal (Pulau Halmahera).

KONDISI EKONOMI TRIWULAN III-2009


Pertumbuhan ekonomi mengalami percepatan jika dibandingkan triwulan sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan pada triwulan II-2009 sebesar 4,97% sedangkan pada triwulan laporan tumbuh 5,35%. Kinerja ekonomi  yang terjadi pada triwulan laporan masih melanjutkan trend positif setelah kontraksi ekonomi yang terjadi pada triwulan IV- 2008.

Pertumbuhan ekonomi masih didominasi oleh konsumsi masyarakat dan pengeluaran pemerintah. Konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 8,86% sedangkan pengeluaran pemerintah kontribusinya sebesar 5,54%. Pertumbuhan tahunan tertinggi adalah pengeluaran pemerintah yang tumbuh sebesar 22,74% (yoy) sedangkan secara tahunan ekspor mengalami penurunan sebesar minus 19,54% (yoy).

Tingkat investasi meningkat sebesar 11,50% (yoy) berbeda dengan triwulan sebelumnya yaitu sebesar 33,51% (yoy). Investasi masih didominasi oleh pembangunan infratruktur oleh Pemerintah Daerah. Sedangkan investasi swasta memiliki sasaran investasi utama di bidang perikanan dan pertambangan.

Sementara itu, sektor pertambangan & penggalian serta sektor listrik, gas & air bersih mengalami kontraksi, sedangkan sektor lainnya ekspansif. Sektor yang memberikan kontribusi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran (2,18%), sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah sektor jasa-jasa (11,19%).

Tingkat inflasi di Kota Ternate mengalami penurunan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya namun masih mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tingkat harga pada Triwulan II-2009. Secara triwulanan inflasi sebesar 0,27%, sedangkan secara tahunan sebesar 1,36% lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi tahunan yang terjadi pada
triwulan III-2009 yang mencapai 4,34%.

Realisasi pendapatan hingga bulan maret 2009 adalah Rp 313,71 miliar rupiah dimana target anggaran yang ditetapkan adalah 721,4 miliar rupiah. Bila ditinjau lebih rinci, pendapatan yang berasal dari dana perimbangan memiliki posri terbesar, dengan tingkat realisasi mencapai 46,17%.

Dari sisi belanja daerah pada akhir Bulan Juni 2009 sudah terealisasi sebesar 37,37%. Share belanja langsung Pemda (termasuk belanja modal) lebih besar bila dibandingkan dengan belanja tidak langsung. Akan tetapi realisasi belanja tidak langsung justru lebih tinggi dari realisasi belanja
langsung.













INDIKATOR 2008 2009
IV I II* III**
PDRB - harga konstan (Rp miliar) 689,06 671,88 692,65 720,68
Pertumbuhan PDRB (yoy %)* 7,27 4,98 4,97 5,35
Laju Inflasi Tahunan (yoy %) 15,82 7,64 4,34 1,36
*        Angka Sangat Sementara



**       Perkiraan Bank Indonesia

 

 





 

TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found