NASIONAL

"Itu Bukan Bahan Bom, Tapi Mercon"

Sekitar 30 kilogram bahan peledak disita dari seorang warga Malang, Markum.
Selasa, 18 Agustus 2009
Oleh : Elin Yunita Kristanti, Desy Afrianti
Sejumlah peralatan bom yang ditemukan dari rumah di Bekasi

VIVAnews - Kepala Kepolisian Sektor Diwek, Jombang, Jawa Timur menyita sekitar 30 kilogram bahan peledak dari seorang warga Malang, Markum, pada Senin 17 Agustus 2009.

Menurut Wakil Kepala Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Sulistyo Ishak mengatakan temuan bahan jenis sulfur dan brown itu bukan bahan peledak. "Barang itu bahan mercon, bukan bahan membuat bom," kata Sulistyo di Markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa 18 Agustus 2009.

Selain di Malang, Sulistyo juga mengatakan tentang seorang warga yang tewas akibat ledakan yang dia buat sendiri di Labuan, Banten, juga tak terkait teroris. "Itu bahan bom ikan," tambah dia.

Kedua temuan tersebut, lanjut dia, tak ada kaitan dengan teroris seperti halnya di Jati Asih dan Temanggung. "Jangan kesannya ada bahan bom ada di mana-nama," tambah dia.

Pasca ledakan bom bunuh diri di Hotel Marriott dan Hotel RItz Carlton, perburuan jaringan Noordin M Top maikin gencar dilakukan. Polisi menduga aksi di dua hotel ternama itu bukan yang terakhir.

Benar saja, pada Sabtu 8 Agustus 2009 dini hari, polisi menggrebek sebuah rumah di Kompleks Puri Nusaphala, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat. Di dalam rumah itu polisi menemukan bahan-bahan peledak yang jumlahnya luar biasa, lebih dari 120 kilogram.

Polisi menduga bom tersebut menyasar dua tempat yakni Istana Negara dan kediaman Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Belakangan polisi juga menemukan bahan-bahan peledak di di Cimapar, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat pada Rabu 12 Agustus 2009 malam. Temuan tersebut masih diselidiki oleh Detasemen Khusus 88.




TERKAIT
TERPOPULER
File Not Found